Aku ada dibalik tembok jeruji besi itu
Kau memenjarakan aku dengan pidana yang tak kulakukan
Aku tak terekspos media sebab salahku tak menjual
Aku juga bukan orang yang dikenal
Tapi aku korban
Korban dari ketidakadilan hukum di negeriku
Aku ada dibalik tembok jeruji besi itu
Menanti hari besar bangsaku
Hingga masa tahanan berkurang
Atau menanti keajaiban dalam khayal menjadi 'selebritas politik'
Dimana pedemo dengan lantang meneriakan kebebasanku
Tapi siapa aku?
Aku ada dibalik tembok jeruji besi itu
Tak lama, bebas itu akan kumiliki
Karena aku telah membayarnya dengan keikhlasanku
Karena aku merasa yakin, hidupku lebih tenang di sini
Dibalik tembok jeruji besi ini
Kala Matahari menarik selimut mencari kehangatan, Rembulan senandungkan nyanyian hati untuk sang Mataharinya....
28 February 2010
26 February 2010
My Deary...
Deary-ku...
Andai saja dia melihat dan mendengar, jika boleh dia juga merasakan
Maka aku ingin dia tau betapa sakitnya aku saat ini
Bukan sakit karena menyayangi dia
Bukan juga karena merindukannya
Aku sakit karena tidak bisa membuang asa ini
Heran dia selalu datang disaat aku tak menginginkannya dan coba membuang bayang-bayang dirinya dan membekukan hatiku, menutup rapat-rapat kenangan saat bersama dia
Tapi aku tak mampu...
Aku tak bisa
Deary-ku
Syarafku tidak lagi bermain logika
Perasaan itu, ia menjadi angka terbesar dalam pikiranku kini
Aku benar-benar sakit dibuatnya
Aku tak kuat lagi menjeritkannya
Bahkan air mata ini juga sudah terburai dan aku hampir gila
Deary-ku
Antara separuh sadar, aku terlalu mengharapkan bisa bersama lagi dengan dia
Bisa bahagia bersama orang yang aku sayangi
Bisa menata hati dan hidupku lagi bersama dia
Dia dan dia yang mampu menenangkan hati ini
Walau dia juga yang mengundahgulanakan hati ini
Apa yang harus aku lakukan diary-ku? Apa?
Walau aku keluar dari kota kenangan itu
Tapi bayangan dia tak bisa ilang begitu saja
Walau aku telah berusaha...berusaha untuk itu semua
Membunuh asaku..membuka pintu hatiku untuk orang lain
Semua sia-sia..dan aku hampir setengah gila
Deary-ku
Aku kini bukan aku yang dulu
Yang kuat dan tidak mau dihambakan cinta
Semua yang aku jalani kosong dan hambar
Kalau tak ingat dosa mungkin aku telah mengakhiri hidupku
Karena aku benar-benar letih
Tak ada dia yang bisa membuat aku seyakin dulu
Dia juga sudah memilih orang lain dan itu bukan aku
Deary-ku
Aku benar-benar hampa
Hacur
juga pupus
Andai saja dia melihat dan mendengar, jika boleh dia juga merasakan
Maka aku ingin dia tau betapa sakitnya aku saat ini
Bukan sakit karena menyayangi dia
Bukan juga karena merindukannya
Aku sakit karena tidak bisa membuang asa ini
Heran dia selalu datang disaat aku tak menginginkannya dan coba membuang bayang-bayang dirinya dan membekukan hatiku, menutup rapat-rapat kenangan saat bersama dia
Tapi aku tak mampu...
Aku tak bisa
Deary-ku
Syarafku tidak lagi bermain logika
Perasaan itu, ia menjadi angka terbesar dalam pikiranku kini
Aku benar-benar sakit dibuatnya
Aku tak kuat lagi menjeritkannya
Bahkan air mata ini juga sudah terburai dan aku hampir gila
Deary-ku
Antara separuh sadar, aku terlalu mengharapkan bisa bersama lagi dengan dia
Bisa bahagia bersama orang yang aku sayangi
Bisa menata hati dan hidupku lagi bersama dia
Dia dan dia yang mampu menenangkan hati ini
Walau dia juga yang mengundahgulanakan hati ini
Apa yang harus aku lakukan diary-ku? Apa?
Walau aku keluar dari kota kenangan itu
Tapi bayangan dia tak bisa ilang begitu saja
Walau aku telah berusaha...berusaha untuk itu semua
Membunuh asaku..membuka pintu hatiku untuk orang lain
Semua sia-sia..dan aku hampir setengah gila
Deary-ku
Aku kini bukan aku yang dulu
Yang kuat dan tidak mau dihambakan cinta
Semua yang aku jalani kosong dan hambar
Kalau tak ingat dosa mungkin aku telah mengakhiri hidupku
Karena aku benar-benar letih
Tak ada dia yang bisa membuat aku seyakin dulu
Dia juga sudah memilih orang lain dan itu bukan aku
Deary-ku
Aku benar-benar hampa
Hacur
juga pupus
09 January 2010
Pintu Cinta
Oleh Saniah LS
Sayang...
Pintu ini telah aku buka lebar
Aku ingin kamu datang tanpa keraguan lagi
Jamah dan rangkul aku dalam kekuranganku ini
Dan terimalah aku apa adanya
Hingga aku merasa bukan lagi menjadi biasmu
Sayang...
Rebahkan lah hatimu pada pondasi cintaku
Kemudian selimuti ia dengan ketulusan
Dan jika kau masih merasa dingin maka bakar lah ia dalam gairah asmara biru
Hingga pada saat itu
Kita disatukan dalam takdir yang lain
Tanpa harus melukai lagi
Tanpa ada yang harus tersakiti lagi
Sayang...
Pintu ini aku buka hanya untukmu
Keletihan jiwaku yang pernah menjerit dalam galau
Kini menanti dalam sekam kerinduan
Kerinduan menjadi pujaan hatimu
Sayang...
Kini terima lah aku
Terima aku apa adanya
Karena aku tidak bisa menjadi seperti yang kau minta
Walau aku pernah berusaha menjadi seperti yang kau mau
Sayang...
Inilah aku dengan segala kekuranganku..terimalah aku.
05 January 2010
Bila..
Oleh Saniah LS
Bila aku bisa mengubah yang pahit itu menjadi manis dan indah
Maka aku tak akan memalingkan hati ini untuk dia lagi yang telah menyakitiku
Bila waktu itu bisa ku putar kembali,
Maka aku akan lebih bahagia bersama kamu, walau hanya sebagai sahabat
Sebab, kamu lah yang teristimewa dalam hidupku kini
Bila dan jika bila
Aku diberi kesempatan untuk bisa bersama mu walau sedetik
Maka aku ingin melakukan yang ingin ku lakukan bersamamu
Melihat senyum mu
Tertawa bersama mu
Dan merasakan hangatnya tatapanmu, walau aku cuma bisa diam membisu kala itu
Jika waktu itu memang ada untukku
Maka aku akan memeluk dirimu erat-erat
Melepaskan keresahan hati ku saat tak bersamamu ntuk sekian lama
Dan meminta mu untuk mengecup kening dan bibirku
Agar kamu bisa merasakan desah keresahanku saat bersamamu
Karena kamu yang teristimewa dan selamanya keberanian itu memang tak ada pada diriku
Jadi memulailah untukku...
Bila aku bisa mengubah yang pahit itu menjadi manis dan indah
Maka aku tak akan memalingkan hati ini untuk dia lagi yang telah menyakitiku
Bila waktu itu bisa ku putar kembali,
Maka aku akan lebih bahagia bersama kamu, walau hanya sebagai sahabat
Sebab, kamu lah yang teristimewa dalam hidupku kini
Bila dan jika bila
Aku diberi kesempatan untuk bisa bersama mu walau sedetik
Maka aku ingin melakukan yang ingin ku lakukan bersamamu
Melihat senyum mu
Tertawa bersama mu
Dan merasakan hangatnya tatapanmu, walau aku cuma bisa diam membisu kala itu
Jika waktu itu memang ada untukku
Maka aku akan memeluk dirimu erat-erat
Melepaskan keresahan hati ku saat tak bersamamu ntuk sekian lama
Dan meminta mu untuk mengecup kening dan bibirku
Agar kamu bisa merasakan desah keresahanku saat bersamamu
Karena kamu yang teristimewa dan selamanya keberanian itu memang tak ada pada diriku
Jadi memulailah untukku...
Subscribe to:
Posts (Atom)