09 January 2011

Lelakiku

Lelakiku...
Kapan kamu datang melamarku
Jangan biarkan aku jemu menunggumu
Jangan biarkan hatiku jemu

Lelakiku...
Ku suka dirimu
Tapi aku tak suka kalau terus menunggu
Aku juga tak suka ketidak beranianmu
Mengarungi hidup dimahligai impianku

Lelakiku...
Kamu memang lelaki
Tapi kamu bukan selaki-lakinya lelaki
Karena kamu lebih banci dari banci
Maka jadilah lelakiku yang jentel


Karma

Karma..
Yakinlah dia akan datang
Menghajarmu bagai badai
Hingga akhirnya menyadarkan dirimu
Kamu memang pantas menerimanya

Karma...
Ia akan datang bukan karena doa dari orang yang teraniaya
Tapi janji Tuhan mu
Karena setiap hati yang kau sakiti
Jika hati itu belum memaafkan
Maka kamu akan merasakannya
Sama seperti yang dia rasakan
Bahkan lebih sakit dari yang dia rasakan
Orang yang kamu sakiti karena prilaku mu itu di masa lalu

Karma...
Ia akan hadir bukan sebagai hukuman
Tapi ntuk menyadarkan kamu
Ini buah dari prilaku mu
Ini dari apa yang telah disemai
Ini dari kesakitan yang harus juga dirasakan
dan itu adalah karma mu...


02 January 2011

Bersama Mu

Sayang...
Kehadiran Mu bagai udara pagi yang kuseduh saat aku terbangun dari tidur
Segar...dan seluruh ronggaku dingin dan sejuk
Sehingga ku ingin menyeduhmu tiap saat

Sayang...
Sebelumnya aku tidak merasakan ini
Dicintai dan bahagia
Aku merasa setiap sisi hidupku berharga
Semua karena bersama kamu

Sayang...
Janji, kamu tidak mengakhiri kebahagian ini
Biarlah aku menyeduhnya seperti udara pagi
Karena bersama mu aku merasakan cinta itu indah kini...

04 December 2010

Tak Bisa Membenci

Tak bisa aku membencimu
Walau amarah itu teramat sangat
Sungguh...itu benar adanya
Ntah lah...aku kebingungan mencari cara

Mungkin sebaiknya aku tak mengingat semua
Membiarkan ia seperti udara
Tak berasa dan apalagi berberbau
Ya barang kali harus seperti itu
Karena memang bukan sifatku untuk membenci

07 November 2010

Kutemukan Kembali

Saat aku letih dan luka itu masih membekas
Kau datang memberi bahumu ntuk aku sandarkan
Aku merebah sejenak dan bersandar dibahumu...

Kau bisikan ditelingaku, energi cinta
Hingga aku yang gerah ini, menemukan kembali duniaku yang hilang
Kau hadir dalam rasa ketakutanku, takut akan kembali terluka
Namun akhirnya kau menyadarkan aku bahwa kau ingin membalut lukaku
Dengan cinta yang kau miliki dan tak bisa kau pungkiri..hingga aku tergugu

Sayang...
Mungkin ini bagiku masih terlalu pagi,
Aku harus memulainya lagi, membuka sedikit demi sedikit celah hatiku yang tertutup itu
Memberi mu ruang untuk kutempatkan dibagian hatiku yang lain
Karena luka itu belum pulih betul dan masih membekas
Kemudian aku balas berbisik...minta, biarkan semua mengalir seperti air
Hingga aku merasakan yang hilang itu akan kembali hadir
Dan aku pun tak bisa pungkiri...aku bahagia saat bersamamu...
Kebahagian yang telah hilang direngut oleh nya...