06 June 2007

Kado Ultah Dari Ku


Menunggu...malam semakin pekat
Detak jam tua berbunyi 12 kali mengelegarkan langit-langit
Ada senyum yang terawang, hari ini terkuras amarah
Sengaja, bagai bait cerita yang di karang...

Met Ultah sahabatku
Mungkin Aku bukan sosok yang pandai merangkai kata-kata
Menjadinya sebuah buku yang bisa dibaca kapan saja
Aku hanya orang yang menunggumu hingga tak ada penat

Met Ultah sahabatku,
Meski ini bukan kado lukisan kanvas yang kau inginkan
Ia hanya berupa bait-bait kata puitis yang tak pernah basi
Dirangkai dengan hati putih seharum melati
Mengalir dalam sebuah ketulusan yang dihantar bersama doa malam nan suci

Tuhan...Jika nanti tak ada yang pasti
Jika tubuh ini juga mati, jangan biarkan hati ini pergi
Karena dalam sebuah anugerah kehidupan yang kau beri
Aku ingin ada pagi yang selalu menemaninya dalam kudus-Mu
Lapangkan rezekinya, panjangkan umurnya dan sirami ia kesehatan
Amin!

Met Ultah buat sahabatku ....

04 June 2007

KASTA


Keberanian itu nga ada
'Ntuk mengatakan secuil kata sayangku
Berdepan denganmu,
Serasa membuat sekujur tubuhku jadi kaku
Lidahku keluh
Bahkan pikiranku menelangsa jauh...

Aku mulai lelah berjalan sayang,
Menyusuri lorong waktu dalam sebuah penantian panjang
Berkhayal bermain dengan 'anak' kita di rumah yang kita bangun dengan cinta
ha...ha...ini sebuah khayal, karena ada kasta di sana

Sayang...
Masalaluku, mimpi buruk yang terbungkus rapi di awang
Aku takut...sungguh aku takut 'nista'ku terbongkar
Kau bahkan semua orang akan mengucilku
Karena ketidak normalanku bermain dengan bintang malam

Sayang...
Melihat kamu tersenyum
Lantas menikmatinya hingga pagi kembali datang
Membuat aku semakin pesong
Kemudian terpasung dalam sebuah cermin
Sadar... emang ada kasta...ada kasta

Tak ada celah yang tersisa
Yang bisa membuatku bisa berdiri sejajar
Di sampingmu

24 May 2007

Gerhana

Lelah langkah kaki ini berjalan mengitari lorong waktu
Bersembunyi
Bumi memagari
Lalu mengintip dari celah alam, hampir sirna
Saat Matahari dan Bulan bersua, berpelukan
Bumi menjadi gelap
Gerhana...
Dekade takdir yang mempertemukan kami
Adalah malam pahit yang diderita bumi

Perlahan kami menjarangkan diri
Hingga celah itu semakin tampak
Sinar itu ada kembali, dari bagian diri kami yang asli
Lepas, bebas dan melayang
Kembali ke poros
Menyombongkan diri
Dalam kantung-kantung kerinduan yang pernah terkoyak

09 May 2007

Keinginan terakhir Putri


Bunda,…
Jiwa mu selembut awan
Titisan air yang terjatuh sempat mengigilkan hati
Membentuk jiwaku untuk bangkit
Mengikis sisa hidup dalam impian sebuah dunia dongeng

Bunda,…
Meski sesaat, aku pernah bertahan
Melihat dan menatap bunda tersenyum
Dalam perjalanan singkat hidupku,
Sungguh aku bahagia bunda
Meski takdir mengatakan lain dalam titisan nya

Bunda,…
Jika ajal ini menjemput
Aku ingin tidur disisi bunda
Ketika, satu…satu nafas di hempas dan terlepas
Rasakan kembali,
Nina bobok panjang dalam tasbi Ilahi yang bunda bisikan
Selimuti dan peluk aku bunda, yang erat
Hingga aku tidak perlu takut menghadap malaikat maut

Orang-orang sepertimu


Kau dan aku berada di pelabuhan yang berbeda,
Mencoba merangkai menyatukan pucuk-pucuk benang
Memintal dan menyatukannya hingga menjadi indah,
Tapi apa bisa?

Tiap lontar utara yang terkata
Kau malah mencela, memandang sebelah mata
Tidak memberi ruang untuk sebuah fakta
Aku merunduk, malah semakin hina
Menyapu bening air dari setiap kelopak mata
Sayu…semakin sayu hingga terkatup

Pagi itu hampir aku memikir untuk tidak bermimpi
Mendapatkan secuil kasih dan belas kasih,
Dari orang-orang seperti dirimu
Yang ada aku kini hanya ingin pergi,…
Jauh dan tak ingin kembali