apa ??!.. nga salah dengar ??.., 1kilometer=1000kaki…gubrak…
elo lulusan mana sih…? Ini penemuan baru lo…, gw sudah membuktikannya…
Rumah gw sama doi hanya berjarak 1kilometer. Kantor gw sama doi hanya berjarak 1 kilometer…tapi kalo pengen ketemu jarak kita menjadi 1000kaki…..ha…ha…
Kita nga bisa ketemu sesering yang kita mau walau sebenarnya kita nga sesibuk Mr.Trump, hanya waktu luangnya nga matching….Jadi serasa LDR..hiks…, hal yang paling gw benci.
Mau pergi kerja, gw selalu melintas didekat tempat tinggalnya, tapi gw nga mungkin singgah karena dia belum bangun…..
Saat jam makan siang, pengen banget segera meluncur ke tempat kerjanya, tapi nga mungkin karena jam segitu dia lagi sibuk-sibuknya…
Sore hari.., saat doi ngajak keluar…giliran gw yang nga bisa karena mesti ngantarin nyokap….
Kata-kata, “ sorry.., lg sibuk..liat ntar sore aja…”. Atau “ besok deh.., hari ini rasanya mau pengsan”. Atau “semalam tidur jam 2.., hari mau pulang cepat”.., sudah biasa didengar dan dimaklumi.
Kita berdua mencoba beradaptasi dengan keadaan ini, karena apa yang kita kerjakan sekarang buat masa depan kita juga.
Hp satu-satunya alat yang memperpendek jarak 1kilometer menjadi 1meter.., pengennya sih jaraknya menjadi 1milimeter aja atau 1micron..…..hmmmmm.. I wish..
Kala Matahari menarik selimut mencari kehangatan, Rembulan senandungkan nyanyian hati untuk sang Mataharinya....
05 August 2007
03 August 2007
Jepretan Pertama by GW

Pas tingkat satu, gw tergila-gila sama fotography. Yang ada disekitar semua jadi bahan praktek. Sodara.., teman, gerobak nasi goreng, sepatu..., dst....jadi model dadakan... Salah satu jepreten pertama gw lembaran kertas yang nempel di pintu kulkas kos di daerah pasar minggu.
WHAT MONEY CAN BUY
A bed but not sleep
Computer but not brains
Food but not appetite
Finery but not beauty
A house but not a home
Medicine but not health
Luxuries but not culture
Amusements but not happiness
Acquintance but not friends
Sex but not love
What you really look in your life is What Money Can Not Buy..
Saat men-jepret nga terfikir untuk mencerna makna tulisan...belakangan baru diperhatikan.., benar juga yah...
01 August 2007
Rahasia by GW
Dalam seminggu ini entah beberapa kali gw senyum sendiri, terkadang sampai nepuk jidat sendiri.. mengingat kelakuan gw yang berusaha banget nutupin sesuatu hal yang gw anggap rahasia terbesar dalam hidup gw.
Ini menjadi rahasia setelah gw menyadari keberadaannya . Sesuatu yang tidak pernah terfikirkan sama-sekali sebelumnya. . Saat gw menyadarinya.., hiks..nafas tercekik, jantung berdegup, keringat dingin…ah..tidak mungkin…bolak-balik menarik nafas panjang…, bagaimana ini..?. Apa yang mesti gw lakukan ?.
Ibarat anak kecil yang ketakutan karena baru saja memecahkan cangkir kesayangan ibunya, gw mulai mencari tempat persembunyian yang aman buat rahasia itu. Gw menggali lubang dan menguburnya, menyimpannya di dalam brankas dan memeriksanya sekali-kali untuk memastikan rahasia itu tetap ada ditempatnya. Gw tetap melanjutkan hidup dengan tambahan satu topeng rahasia…
Waktu berlalu, rahasia itu mulai bersuara, terkadang menjerit. Gw mesti menutup mulutnya supaya tidak terdengar dengan orang lain. Rahasia meminta dikeluarkan dari tempat persembunyiannya. Rahasia meminta gw membawanya kemana pun gw pergi..
Gw coba untuk menjelaskan bahwa gw tidak menginginkan keberadaannya bahkan gw mengusirnya..Rahasia bilang, dia tidak akan pergi. Rahasia akan terus bernafas selama gw bernafas.....Letih karena bertengkar terus-menerus dengan rahasia, gw mulai putus asa. Mulai mempertanyakan kehadiran rahasia..kenapa gw ?.....
Perjalanan ketahap selanjutnya dimulai.., gw mulai menjelajah hal-hal yang berkaitan dengan rahasia ini.., mencari kehidupan lain yang memiliki rahasia juga.. dan gw berhasil menemukannya…senangnya hati… ternyata gw nga sendiri….Gw bertekad untuk melihat lebih jauh ritme hidup mereka…, gw pengen belajar dari yang punya rahasia juga…, gw pengen berbicara dengan mereka…Tapi akhirnya tekad gw luntur karena gw nga punya keberanian, karena gw takut rahasia keluar dari persembunyiannya, karena gw takut menyakiti hati seeorang dan orang disekitar gw…..Akhirnya gw hanya berani menatap mereka dari jauh…..
Seseorang tanpa sengaja mengeluarkan rahasia dari tempat persembunyiannya., gw sangat marah dan gw berlari mengejar rahasia dan memohon supaya dia kembali ke tempat persembunyiannya. Rahasia menutup telinganya rapat-rapat, dia menoleh dan tersenyum. Senyum yang buat gw menghentikan kejaran...Saat itu juga rahasia berhenti berlari dan melangkah kearah gw kembali dan dia berkata, “gw juga pengen hidup.”….
Gw mencoba mencerna permintaan rahasia..., akhirnya gw sadar.., mengubur rahasia sama dengan mengubur diri gw sendiri. Membiarkannya hidup dan menghirup nafas sebanyak yang dia mau justru membuat gw tambah hidup. Memberikannya suntikan energi positif justru membuat hati jadi lapang.., dengan tidak memperlakukannya sebagai rahasia justru membuat gw jadi tidak memiliki rahasia..simple.
Astaga.., gw lupa berterimakasih sama orang yang mengeluarkan rahasia dari tempat persembunyiannya….
Ini menjadi rahasia setelah gw menyadari keberadaannya . Sesuatu yang tidak pernah terfikirkan sama-sekali sebelumnya. . Saat gw menyadarinya.., hiks..nafas tercekik, jantung berdegup, keringat dingin…ah..tidak mungkin…bolak-balik menarik nafas panjang…, bagaimana ini..?. Apa yang mesti gw lakukan ?.
Ibarat anak kecil yang ketakutan karena baru saja memecahkan cangkir kesayangan ibunya, gw mulai mencari tempat persembunyian yang aman buat rahasia itu. Gw menggali lubang dan menguburnya, menyimpannya di dalam brankas dan memeriksanya sekali-kali untuk memastikan rahasia itu tetap ada ditempatnya. Gw tetap melanjutkan hidup dengan tambahan satu topeng rahasia…
Waktu berlalu, rahasia itu mulai bersuara, terkadang menjerit. Gw mesti menutup mulutnya supaya tidak terdengar dengan orang lain. Rahasia meminta dikeluarkan dari tempat persembunyiannya. Rahasia meminta gw membawanya kemana pun gw pergi..
Gw coba untuk menjelaskan bahwa gw tidak menginginkan keberadaannya bahkan gw mengusirnya..Rahasia bilang, dia tidak akan pergi. Rahasia akan terus bernafas selama gw bernafas.....Letih karena bertengkar terus-menerus dengan rahasia, gw mulai putus asa. Mulai mempertanyakan kehadiran rahasia..kenapa gw ?.....
Perjalanan ketahap selanjutnya dimulai.., gw mulai menjelajah hal-hal yang berkaitan dengan rahasia ini.., mencari kehidupan lain yang memiliki rahasia juga.. dan gw berhasil menemukannya…senangnya hati… ternyata gw nga sendiri….Gw bertekad untuk melihat lebih jauh ritme hidup mereka…, gw pengen belajar dari yang punya rahasia juga…, gw pengen berbicara dengan mereka…Tapi akhirnya tekad gw luntur karena gw nga punya keberanian, karena gw takut rahasia keluar dari persembunyiannya, karena gw takut menyakiti hati seeorang dan orang disekitar gw…..Akhirnya gw hanya berani menatap mereka dari jauh…..
Seseorang tanpa sengaja mengeluarkan rahasia dari tempat persembunyiannya., gw sangat marah dan gw berlari mengejar rahasia dan memohon supaya dia kembali ke tempat persembunyiannya. Rahasia menutup telinganya rapat-rapat, dia menoleh dan tersenyum. Senyum yang buat gw menghentikan kejaran...Saat itu juga rahasia berhenti berlari dan melangkah kearah gw kembali dan dia berkata, “gw juga pengen hidup.”….
Gw mencoba mencerna permintaan rahasia..., akhirnya gw sadar.., mengubur rahasia sama dengan mengubur diri gw sendiri. Membiarkannya hidup dan menghirup nafas sebanyak yang dia mau justru membuat gw tambah hidup. Memberikannya suntikan energi positif justru membuat hati jadi lapang.., dengan tidak memperlakukannya sebagai rahasia justru membuat gw jadi tidak memiliki rahasia..simple.
Astaga.., gw lupa berterimakasih sama orang yang mengeluarkan rahasia dari tempat persembunyiannya….
26 July 2007
Mutiara di Karo Simalem




(Artikel ini sudah dimuat di tabloid Aplaus Medan edisi 49/2007)
Danau Toba adalah anugerah terindah yang dimiliki Sumatera Utara. Kini keindahan Danau Toba pesonanya telah menyebar di Karo. Anda bisa menikmati dengan takjub anugerah ciptaan Tuhan ini dari dua pelosok, Siantar-Parapat atau Brastagi-Tongging-Parapat. Pilih yang mana?
Meski berkali-kali travelling ke Brastagi, anda pasti tidak pernah bosan. Malah ingin kembali dan menjelajahi tempat-tempat wisata lain yang ada di Karo, simalem nan menjuah-juah. Adrenaline anda akan terpacu untuk melakukan penjelajahan, mencoba menikmati keindahan Danau Toba dari arah mata angin yang berbeda. Dari Tanah Karo, sekali jalan banyak ‘paket’ wisata yang bisa dipetik untuk dibawa pulang.
Paket Wisata
Ketika turis mengunjungi Sumatera Utara, salah satu tempat pelancongan dalam list mereka adalah Danau Toba. Kenapa?
Ada banyak alasan. Pertama, karena Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dengan luas 1.265 Kilometer persegi. Kedua, panorama alamnya, yaitu Danau Toba dikelilingi bukit dengan dinding menjulang tinggi. Ketinggiannya lebih kurang mencapai 480 Meter di atas permukaan laut.
“Harus ada sesuatu yang lain yang perlu dikemas dan dinikmati secara komplit di Lake Toba. Packeting menarik yang memiliki nilai tambah,” saran Gus Irawan, direktur utama Bank Sumut yang sering mengunjungi Danau Toba. “Packeting di mana turis tidak berhenti di Brastagi saja, tapi bisa melanjutkan perjalanannya menuju tempat lain sehingga akhirnya sampai ke Tongging (atau tepian Danau Toba lainnya), dari Tongging turis bisa melihat dan menikmati keindahan Danau Toba,” tambah Gus yang sering berolahraga jetski ke Danau Toba.
Kalau paket wisata di Sumatera Utara dapat dikemas dengan baik, maka semua elemen masyarakat secara terpadu dapat menjual sisi keindahan alam yang dilalui para pelancong baik dari arah Medan-Brastagi-Tongging-Parapat. Devisa bertambah dan masyarakat sekitar pun kecipratan mensejahterakan kehidupan mereka.
Dari Medan anda dapat melewati Pancur Batu untuk menuju Brastagi. Di daerah ini banyak cerita sejarah menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat karena tidak pernah dikemas dengan baik. Dulu daerah ini merupakan basis tentara Indonesia dalam melawan Kolonial Belanda yang berhasil menduduki Tanah Deli.
Ke arah Sembahe, anda akan menikmati udara bersih dan sejuk. Sepanjang jalan banyak kios-kios milik penduduk setempat yang menjajakan buah segar hasil perkebunan mereka. Mulai dari nenas, terong belanda, keladi, pisang, jagung, belimbing, jambu biji, durian dan buah-buahan musiman lainnya.
Memasuki Sibolangit, ‘Well come to the jungle’. Merentangkan terpal, camping, hiking, melakukan aktifitas alam bebas. Di Sibolangit terdapat daerah perkemahan yang sangat luat dan terawat dan terjaga dengan baik. Di sana ada sumber mata air yang sangking jernihnya, bisa anda minum tanpa perlu dimasak lagi.
Melanjutkan perjalanan ke Bandar Baru, anda bisa menikmati jagung bakar di Penatapan Panorama, seraya menatap hutan lepas dengan bebas. Ke Taman Hutan Raya (Tahura), pemandangan eksotis menanti anda untuk menjamahnya. Air mengalir melewati bebatuan, pinus-pinus yang menjulang tinggi, dan sinar matahari yang melewati celah-celah dedaunan. Kepuasaan tak terhingga, saat anda meneguk keindahan alam ciptaan Tuhan.
Anda bisa melakukan aktifitas wisata lain, dengan menaklukan gunung Sibayak, Barus, dan Sinabung. Kalau anda ke Lau Kawar, sebaiknya anda membawa perlengkapan camping, karena anda akan melepas lelah karena perjalanan jauh yang telah anda lewati. Hingga akhirnya dalam hitungan waktu 2 jam anda sampai ke Tongging. Dari sini anda bisa menikmati lukisan panorama Lake Toba dari sisi yang berbeda.
Objek wisata Tongging berada di sebelah Selatan lebih kurang 35 kilometer dari Brastagi. Persis di pingir Lake Toba, anda bisa dengan bebas menikmati air danau berwarna kebiruan seraya memandang utaian bukit dan gunung yang mengitari pulau Samosir.
Danau Toba Destination
“Melihat danau toba dari Tongging seperti menatap sebuah lukisan, sedangkan dari Parapat saya langsung menyentuh ‘keperawananya’,” ucap Zoe, seorang teman kepada saya. Dia tidak berbasa-basi kerena seorang turis bernama Verno B Prieto yang juga Pengurus Badan Kepariwisataan Philipina di SITF (Sumatera Internasional Travel Fair) 2007, awal Juni lalu, mangatakan, “Saya akui Danau Toba memang lebih indah ketimbang danau yang ada di negara kami.”
Pendapat tersebut tidak salah jika anda pernah mengunjungi Lake Toba yang memang menjadi kebanggaan Sumatera Utara, sama halnya sewaktu kami melakukan perjalanan mengunjungi kabupaten karo beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, malam semakin pekat, tiba di Pancur Batu, jam baru menuju pukul 19.30 Wib. Mobil mulai menaiki tanjakan, kaca mobil dibuka. Udara segar terhirup memasuki rongga hingga paru-paru. Bulu-bulu tangan merinding, menggigil menahan dinginnya udara malam di pengunungan. Refleks, tangan saya menarik resleting baju dingin yang terbuat dari bulu domba lantas menyilangkan kedua tangan dengan rapat.
Samar-samar terdengar bunyi dahan bambu dan ranting pohon saling bersahutan. Ada nyayian gemerisik air yang jatuh dari pancuran dan celah-celah dinding perbukitan. Membentuk nada-nada lagu alam…hingga hujan turun deras. Di Penatapan Panorama, kami merasakan aroma jagung bakar yang mengundang selera. Jejeran penjual jagung bakar berdiri rapi pada ruas jalan dekat lereng bukit. Kami berhenti sejenak, menyantap jagung bakar dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan.
Ketika mobil kami menaiki tanjakan Taman Hutan Raya (Tahura), ada antrian panjang di depan. Dari informasi yang tersebar, kemacetan terjadi karena banjir. Namun permasalahan tersebut dapat diatasi, kendaraan roda empat hitam metalik yang membawa kami, berbelok arah, melewati jalur lain, biar cepat sampai di Brastagi. Jalan motong ini, nantinya akan tembus dan melewati Sibayak Hotel. Kami pun tidak perlu lama-lama dalam traffic jam. Energi tidak banyak terkuras, cepat rebahkan badan di penginapan yang sudah di booking. Esok harinya, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Simalem Resort. Dari sisi sini kami dihidangkan panorama yang menajubkan. Danau Toba mirip mutiara dari sini.
Potret Baru Wisata Karo
Sebuah pengalaman eksotis yang tak terungkapkan ketika anda dapat menyaksikan sinar matahari pagi menyentuh permukaan danau yang tenang itu. Pantulan cahaya mentari membias keseluruh lereng tebing yang berdiri kokoh bak pagar betis raksasa. Lukisan alam yang menajubkan. Pear of lake toba…
Dan ketika senja datang, kala mentari mulai menyusup di balik cakrawala, wajah lugu bumi Karo bersemu merah –jingga. Perbukitan Danau Toba telah disulap menjadi sebuah taman resort nan cantik, simalem (indah, sejuk dan menyenangkan) kali! Anda yang senang melukis, pecinta fotografi, bisa menjadikan tempat ini sebagai sumber inspirasi lukisan dan rekaman lensa anda.
Pagi sekitar pukul 8.00 Wib, kami sudah siap-siap check–out dari hotel yang semalam menjadi tumpangan untuk kami merebahkan diri. Dari Brastagi kami melanjutkan perjalanan lewat jalan Kabanjahe. Setelah ½ jam, kami melewati jalan yang kadang mulus dan berlubang dengan landscape kanan-kirinya perkebunan sayur dan jeruk. Anda akan tiba dipintu gerbang Taman Simalem Resort yang memiliki luas 200 hektar, setelah menempuh perjalanan satu setengah jam perjalanan dari arah Brastagi.
Ketika melewati tugu beton yang lebarnya lebih kurang 1 meter dengan ketinggian berkisar 3 meter, di sebelah kanan badan jalan, ranting-ranting cemara seolah berkata ‘Well come to the Taman Simalem Resort!” Ah, nafas lega keluar dalam kegirangan yang garing. Mual yang semalam dirasa hilang seketika ketika kaki mulai menginjak tanah merah yang masih basah ini. Dari sini kami bisa menatap, awan-awan menggumpal keabu-abuan, mencoba menutupi sebagian warna langit yang biru.
“Wah…gila, cantik banget!” ucap saya kagum. Tawa spontan keluar dari bibir pucat ini, tubuh kala itu menari, berlari dan berteriak, mengelilingi semua area sebagian perbukitan taman ini. Kala itu hormon terpacu, menyibak, kesemarakan Lake Toba yang tersohor ke seluruh dunia bahkan tersiar ke penjuru negeri ini. Anda akan berbuat seperti saya, melakukan tracking ke semua sisi perbukitan dan menatapnya dengan kagum.
Dari atas perbukitan taman ini, bahkan hampir di semua bukit, batang-batang pinus setinggi lebih kurang 15 meter tertancap dan tumbuh subur. Dari atas perbukitan ini pula tampak hamparan permukaan yang air kebiruan. Meski jauh, hawa sejuk dan aroma air yang segar mulai memenuhi rongga dada, menyebar roma kesejukan. Lega, ketika saya coba memejamkan mata dan menikmati tiap bait cerita alam ini.
Taman Simalem Resort adalah sebuah tempat wisata yang memadukan nuansa alami dengan agrowisata, kegiatan rekreasi alam seperti Jungle Track, Zoo, Water pool, cable car (kereta gantung), dan wisata budaya. Perjalanan ke taman yang bentuknya persis objek wisata Genting dan Cameron Hiland-Malaysia ini-jauhnya sekitar 99 kilometer dari kota Medan, ibukota Propinsi Sumatera Utara.
“Luas taman ini dua ratus hektar. Seratus empat puluh hektar untuk area hutan, enam puluh hektar dikontruksi untuk wisata landscape dan agro. sedangkan untuk re-lokasi bangunan hanya empat puluh satu persen saja,” papar Tamin Sukardi, pemilik Taman Simalem Resort yang rencana pembangunannya dalam 3 tahap ini. Tahap pertama di jadwal pengerjaanya selesai 2007, dan dibuka untuk umum (soft opening) sebelum akhir 2007 ini. Ronde kedua penyelesaian lanjutannya 2008 dan 2010 babak terakhir, 100 % taman ini selesai sesuai jadwal yang di-planing-kan.
Tamin yang merupakan salah satu pelaku wisata di Sumatera Utara ini mengatakan bahwa 2 tahun lagi pembangunan objek wisata di Kabupaten Karo bisa dilalui dengan jalur bypass, Tanjung Morawa-Dolok Seribu-L.Pakam. Waktu perjalanan pun akan semakin cepat dan efesien. Agar industri pariwisata Sumatera Utara sukses dan pelancong ingin datang kembali menikmati keindahan alam di sini maka semua pihak harus sama-sama bekerja, mencari solusi dan saling mendukung.
Memang industri pariwisata di Sumut perlu ditingkatkan lagi, mengingat kurangnya inisiatif dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumut untuk meningkatkan aspek pariwisata, khususnya Danau Toba. Rudolf Pardede, Gubernur Sumatera Utara, pernah mengatakan sektor pariwisata sangat memegang peranan penting dalam meningkatkan devisa negara di samping sektor pertanian dan pertambangan. Pihak pemerintah maupun swasta mencari jalan terbaik dalam meningkatkan mutu kepariwisataan di Sumut. “Saya mengharapkan…suatu terobosan baru sehingga sektor pariwisata dalam pembangunan Sumatera Utara dapat ditingkatkan.”
Mungkin taman simalem resort boleh disebut sebagai salah satu bentuk terobosan baru itu.
Meski berkali-kali travelling ke Brastagi, anda pasti tidak pernah bosan. Malah ingin kembali dan menjelajahi tempat-tempat wisata lain yang ada di Karo, simalem nan menjuah-juah. Adrenaline anda akan terpacu untuk melakukan penjelajahan, mencoba menikmati keindahan Danau Toba dari arah mata angin yang berbeda. Dari Tanah Karo, sekali jalan banyak ‘paket’ wisata yang bisa dipetik untuk dibawa pulang.
Paket Wisata
Ketika turis mengunjungi Sumatera Utara, salah satu tempat pelancongan dalam list mereka adalah Danau Toba. Kenapa?
Ada banyak alasan. Pertama, karena Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dengan luas 1.265 Kilometer persegi. Kedua, panorama alamnya, yaitu Danau Toba dikelilingi bukit dengan dinding menjulang tinggi. Ketinggiannya lebih kurang mencapai 480 Meter di atas permukaan laut.
“Harus ada sesuatu yang lain yang perlu dikemas dan dinikmati secara komplit di Lake Toba. Packeting menarik yang memiliki nilai tambah,” saran Gus Irawan, direktur utama Bank Sumut yang sering mengunjungi Danau Toba. “Packeting di mana turis tidak berhenti di Brastagi saja, tapi bisa melanjutkan perjalanannya menuju tempat lain sehingga akhirnya sampai ke Tongging (atau tepian Danau Toba lainnya), dari Tongging turis bisa melihat dan menikmati keindahan Danau Toba,” tambah Gus yang sering berolahraga jetski ke Danau Toba.
Kalau paket wisata di Sumatera Utara dapat dikemas dengan baik, maka semua elemen masyarakat secara terpadu dapat menjual sisi keindahan alam yang dilalui para pelancong baik dari arah Medan-Brastagi-Tongging-Parapat. Devisa bertambah dan masyarakat sekitar pun kecipratan mensejahterakan kehidupan mereka.
Dari Medan anda dapat melewati Pancur Batu untuk menuju Brastagi. Di daerah ini banyak cerita sejarah menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat karena tidak pernah dikemas dengan baik. Dulu daerah ini merupakan basis tentara Indonesia dalam melawan Kolonial Belanda yang berhasil menduduki Tanah Deli.
Ke arah Sembahe, anda akan menikmati udara bersih dan sejuk. Sepanjang jalan banyak kios-kios milik penduduk setempat yang menjajakan buah segar hasil perkebunan mereka. Mulai dari nenas, terong belanda, keladi, pisang, jagung, belimbing, jambu biji, durian dan buah-buahan musiman lainnya.
Memasuki Sibolangit, ‘Well come to the jungle’. Merentangkan terpal, camping, hiking, melakukan aktifitas alam bebas. Di Sibolangit terdapat daerah perkemahan yang sangat luat dan terawat dan terjaga dengan baik. Di sana ada sumber mata air yang sangking jernihnya, bisa anda minum tanpa perlu dimasak lagi.
Melanjutkan perjalanan ke Bandar Baru, anda bisa menikmati jagung bakar di Penatapan Panorama, seraya menatap hutan lepas dengan bebas. Ke Taman Hutan Raya (Tahura), pemandangan eksotis menanti anda untuk menjamahnya. Air mengalir melewati bebatuan, pinus-pinus yang menjulang tinggi, dan sinar matahari yang melewati celah-celah dedaunan. Kepuasaan tak terhingga, saat anda meneguk keindahan alam ciptaan Tuhan.
Anda bisa melakukan aktifitas wisata lain, dengan menaklukan gunung Sibayak, Barus, dan Sinabung. Kalau anda ke Lau Kawar, sebaiknya anda membawa perlengkapan camping, karena anda akan melepas lelah karena perjalanan jauh yang telah anda lewati. Hingga akhirnya dalam hitungan waktu 2 jam anda sampai ke Tongging. Dari sini anda bisa menikmati lukisan panorama Lake Toba dari sisi yang berbeda.
Objek wisata Tongging berada di sebelah Selatan lebih kurang 35 kilometer dari Brastagi. Persis di pingir Lake Toba, anda bisa dengan bebas menikmati air danau berwarna kebiruan seraya memandang utaian bukit dan gunung yang mengitari pulau Samosir.
Danau Toba Destination
“Melihat danau toba dari Tongging seperti menatap sebuah lukisan, sedangkan dari Parapat saya langsung menyentuh ‘keperawananya’,” ucap Zoe, seorang teman kepada saya. Dia tidak berbasa-basi kerena seorang turis bernama Verno B Prieto yang juga Pengurus Badan Kepariwisataan Philipina di SITF (Sumatera Internasional Travel Fair) 2007, awal Juni lalu, mangatakan, “Saya akui Danau Toba memang lebih indah ketimbang danau yang ada di negara kami.”
Pendapat tersebut tidak salah jika anda pernah mengunjungi Lake Toba yang memang menjadi kebanggaan Sumatera Utara, sama halnya sewaktu kami melakukan perjalanan mengunjungi kabupaten karo beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, malam semakin pekat, tiba di Pancur Batu, jam baru menuju pukul 19.30 Wib. Mobil mulai menaiki tanjakan, kaca mobil dibuka. Udara segar terhirup memasuki rongga hingga paru-paru. Bulu-bulu tangan merinding, menggigil menahan dinginnya udara malam di pengunungan. Refleks, tangan saya menarik resleting baju dingin yang terbuat dari bulu domba lantas menyilangkan kedua tangan dengan rapat.
Samar-samar terdengar bunyi dahan bambu dan ranting pohon saling bersahutan. Ada nyayian gemerisik air yang jatuh dari pancuran dan celah-celah dinding perbukitan. Membentuk nada-nada lagu alam…hingga hujan turun deras. Di Penatapan Panorama, kami merasakan aroma jagung bakar yang mengundang selera. Jejeran penjual jagung bakar berdiri rapi pada ruas jalan dekat lereng bukit. Kami berhenti sejenak, menyantap jagung bakar dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan.
Ketika mobil kami menaiki tanjakan Taman Hutan Raya (Tahura), ada antrian panjang di depan. Dari informasi yang tersebar, kemacetan terjadi karena banjir. Namun permasalahan tersebut dapat diatasi, kendaraan roda empat hitam metalik yang membawa kami, berbelok arah, melewati jalur lain, biar cepat sampai di Brastagi. Jalan motong ini, nantinya akan tembus dan melewati Sibayak Hotel. Kami pun tidak perlu lama-lama dalam traffic jam. Energi tidak banyak terkuras, cepat rebahkan badan di penginapan yang sudah di booking. Esok harinya, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Simalem Resort. Dari sisi sini kami dihidangkan panorama yang menajubkan. Danau Toba mirip mutiara dari sini.
Potret Baru Wisata Karo
Sebuah pengalaman eksotis yang tak terungkapkan ketika anda dapat menyaksikan sinar matahari pagi menyentuh permukaan danau yang tenang itu. Pantulan cahaya mentari membias keseluruh lereng tebing yang berdiri kokoh bak pagar betis raksasa. Lukisan alam yang menajubkan. Pear of lake toba…
Dan ketika senja datang, kala mentari mulai menyusup di balik cakrawala, wajah lugu bumi Karo bersemu merah –jingga. Perbukitan Danau Toba telah disulap menjadi sebuah taman resort nan cantik, simalem (indah, sejuk dan menyenangkan) kali! Anda yang senang melukis, pecinta fotografi, bisa menjadikan tempat ini sebagai sumber inspirasi lukisan dan rekaman lensa anda.
Pagi sekitar pukul 8.00 Wib, kami sudah siap-siap check–out dari hotel yang semalam menjadi tumpangan untuk kami merebahkan diri. Dari Brastagi kami melanjutkan perjalanan lewat jalan Kabanjahe. Setelah ½ jam, kami melewati jalan yang kadang mulus dan berlubang dengan landscape kanan-kirinya perkebunan sayur dan jeruk. Anda akan tiba dipintu gerbang Taman Simalem Resort yang memiliki luas 200 hektar, setelah menempuh perjalanan satu setengah jam perjalanan dari arah Brastagi.
Ketika melewati tugu beton yang lebarnya lebih kurang 1 meter dengan ketinggian berkisar 3 meter, di sebelah kanan badan jalan, ranting-ranting cemara seolah berkata ‘Well come to the Taman Simalem Resort!” Ah, nafas lega keluar dalam kegirangan yang garing. Mual yang semalam dirasa hilang seketika ketika kaki mulai menginjak tanah merah yang masih basah ini. Dari sini kami bisa menatap, awan-awan menggumpal keabu-abuan, mencoba menutupi sebagian warna langit yang biru.
“Wah…gila, cantik banget!” ucap saya kagum. Tawa spontan keluar dari bibir pucat ini, tubuh kala itu menari, berlari dan berteriak, mengelilingi semua area sebagian perbukitan taman ini. Kala itu hormon terpacu, menyibak, kesemarakan Lake Toba yang tersohor ke seluruh dunia bahkan tersiar ke penjuru negeri ini. Anda akan berbuat seperti saya, melakukan tracking ke semua sisi perbukitan dan menatapnya dengan kagum.
Dari atas perbukitan taman ini, bahkan hampir di semua bukit, batang-batang pinus setinggi lebih kurang 15 meter tertancap dan tumbuh subur. Dari atas perbukitan ini pula tampak hamparan permukaan yang air kebiruan. Meski jauh, hawa sejuk dan aroma air yang segar mulai memenuhi rongga dada, menyebar roma kesejukan. Lega, ketika saya coba memejamkan mata dan menikmati tiap bait cerita alam ini.
Taman Simalem Resort adalah sebuah tempat wisata yang memadukan nuansa alami dengan agrowisata, kegiatan rekreasi alam seperti Jungle Track, Zoo, Water pool, cable car (kereta gantung), dan wisata budaya. Perjalanan ke taman yang bentuknya persis objek wisata Genting dan Cameron Hiland-Malaysia ini-jauhnya sekitar 99 kilometer dari kota Medan, ibukota Propinsi Sumatera Utara.
“Luas taman ini dua ratus hektar. Seratus empat puluh hektar untuk area hutan, enam puluh hektar dikontruksi untuk wisata landscape dan agro. sedangkan untuk re-lokasi bangunan hanya empat puluh satu persen saja,” papar Tamin Sukardi, pemilik Taman Simalem Resort yang rencana pembangunannya dalam 3 tahap ini. Tahap pertama di jadwal pengerjaanya selesai 2007, dan dibuka untuk umum (soft opening) sebelum akhir 2007 ini. Ronde kedua penyelesaian lanjutannya 2008 dan 2010 babak terakhir, 100 % taman ini selesai sesuai jadwal yang di-planing-kan.
Tamin yang merupakan salah satu pelaku wisata di Sumatera Utara ini mengatakan bahwa 2 tahun lagi pembangunan objek wisata di Kabupaten Karo bisa dilalui dengan jalur bypass, Tanjung Morawa-Dolok Seribu-L.Pakam. Waktu perjalanan pun akan semakin cepat dan efesien. Agar industri pariwisata Sumatera Utara sukses dan pelancong ingin datang kembali menikmati keindahan alam di sini maka semua pihak harus sama-sama bekerja, mencari solusi dan saling mendukung.
Memang industri pariwisata di Sumut perlu ditingkatkan lagi, mengingat kurangnya inisiatif dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumut untuk meningkatkan aspek pariwisata, khususnya Danau Toba. Rudolf Pardede, Gubernur Sumatera Utara, pernah mengatakan sektor pariwisata sangat memegang peranan penting dalam meningkatkan devisa negara di samping sektor pertanian dan pertambangan. Pihak pemerintah maupun swasta mencari jalan terbaik dalam meningkatkan mutu kepariwisataan di Sumut. “Saya mengharapkan…suatu terobosan baru sehingga sektor pariwisata dalam pembangunan Sumatera Utara dapat ditingkatkan.”
Mungkin taman simalem resort boleh disebut sebagai salah satu bentuk terobosan baru itu.
24 July 2007
Cerita Daniel, Si Gay


Disudut kota yang selalu kental dengan suasana lalulintasnya yang semerawut dengan bunyi klakson. Aku menghentikan deruan sepeda motorku dipakiran sebuah plasa yang sudah berdiri gagah selama puluhan tahun ini. Langkahku terus menyusuri setiap area pertokoan yang memamerkan beberapa fashion yang modis dekade ini. “Hai!”, sapa laki berperawakan artis yang lengkap dengan topi yang selalu setia menemaninya setiap saat. “He..Daniel!, makin ganteng aja kamu ya. Aku kira artis mana tadi”, kataku sambil membalas gengaman kekar tangan keakraban dari dia. Tiba-tiba ketika pria disamping Daniel yang berusia 25-an gitu menyalami aku, Daniel pun menyelutuk “Kenalkan dia pacarku,” ujar Daniel tanpa canggung lagi. Aku benar-benar terdiam, Daniel membuat aku mati kutu saat itu. Aku terus menatap matanya dan mencari tahu keseriusan omongannya.
Di atas adalah skrip cerita pertemuanku dengan Daniel, teman SMAku dulu yang selalu jadi rebutan cewek-cewek cantik sekolahku. Kenapa Daniel bisa jadi gay? Tanyaku dalam hati. Setahuku dia dulu lelaki ‘normal’, tidak ‘sakit’ seperti sekarang ini.
Gay…Homo…Banci, apa bedanya sih?
Gay, homo dan banci adalah tiga pribadi yang berbeda walau santapan mereka sama yaitu laki-laki. Banci adalah laki-laki yang suka kepada pria, dan merasa seutuhnya mereka itu adalah perempuan, mereka memakai baju perempuan, membuat payudara, operasi kelamin, dll, yang dapat mendukung mereka menjadi perempuan seutuhnya. Homo, pria yang suka dengan laki-laki, mereka berpakaian seperti laki-laki biasa, tetapi gaya jalan, cara bicara, dan tingkah laku mereka seperti perempuan, mereka tidak merubah penampilan mereka. Sementara gay, kaum adam yang suka dengan arjuna, berpenampilan seperti laki-laki biasa, tingkah laku seperti pria biasa, tetap terlihat macho, dan sulit dibedakan dengan laki-laki umum lainnya. Si gay-Elton John, misalnya musisi pop tenar asal Inggris ini tidak tampak feminin-nya, namun dengan bangga menikahi David Furnish (pasangan gay-nya), pria kelahiran Canada yang memang kulit luarnya laki-laki habis. Publik tahu Elton Jhon seorang gay, ini pengakuannya saat menikahi David, setelah Inggris merestui hubungan sesama ini.
Gay, homo dan banci adalah tiga pribadi yang berbeda walau santapan mereka sama yaitu laki-laki. Banci adalah laki-laki yang suka kepada pria, dan merasa seutuhnya mereka itu adalah perempuan, mereka memakai baju perempuan, membuat payudara, operasi kelamin, dll, yang dapat mendukung mereka menjadi perempuan seutuhnya. Homo, pria yang suka dengan laki-laki, mereka berpakaian seperti laki-laki biasa, tetapi gaya jalan, cara bicara, dan tingkah laku mereka seperti perempuan, mereka tidak merubah penampilan mereka. Sementara gay, kaum adam yang suka dengan arjuna, berpenampilan seperti laki-laki biasa, tingkah laku seperti pria biasa, tetap terlihat macho, dan sulit dibedakan dengan laki-laki umum lainnya. Si gay-Elton John, misalnya musisi pop tenar asal Inggris ini tidak tampak feminin-nya, namun dengan bangga menikahi David Furnish (pasangan gay-nya), pria kelahiran Canada yang memang kulit luarnya laki-laki habis. Publik tahu Elton Jhon seorang gay, ini pengakuannya saat menikahi David, setelah Inggris merestui hubungan sesama ini.
Tapi kenapa Daniel begitu berani? Padahal Medan masih menganggap hubungan sejenis, ‘jeruk makan jeruk’ ini masih tabu. Apa karena aku ini teman yang terlalu dipercayainya, atau dia pikir aku ini open minded kali ya. He…he…Daniel…Daniel.
Sandi Para Gay
Untuk mengetahui lelaki itu gay apa tidak, cuma orang tertentu atau kelompoknya sendiri yang tahu. Para gay punya sandi tersendiri untuk memberi sinyal kepada yang lain. Selain tatapan sendu yang mengandung aura seksualitas. Juga ada sandi yang lain. Seperti era 97-an memakai anting-anting sebelah kiri, saputangan di kantong belakang itu terjadi 90-an lalu. Terus cincin dikelingking kiri terjadi ‘99-an gitu tapi semua tidak lagi menjadi patokan karena sandi-sandi ini sudah dipakai orang umum yang menganggap keren. “Ya menurut aku sekarang ini yang pakai cincin dikelingking kiri dominannya masih ada empat puluh persen,” kata Daniel, pria eksekutif yang mengaku kalau dirinya suka sesama sejak TK (Taman Kanak-kanak).
Terus katanya lagi, “Gay itu kalau dilihat dari penampilan, pakaiannya necis, bersih, rapi, dan lifestyle, banget. Sesama gay ada kontak batin pas bertemu, meski tidak kenal satu dengan yang lainnya. Reflek aja, aku akan tau dia gay apa bukan dari tatapan matanya saat beradu tatap denganku,” terang Daniel, yang mengatakan kalau dirinya mulai ML dengan laki-laki sejak SD.
Menurut sebuah sumber akurat dari sebuah penelitian yang dilakukan pada para gay di Surabaya bahwa kata sipeneliti ini, gay senang make’ perhiasan, ’rame’ (banyak). “Tapi ada juga yang menutup jati dirinya agar tidak diketahui orang kalau dia itu gay. Jenis gay ini kebanyakan gay eksekutif. Yang terlalu menjaga privasi mereka dan hidup dan berkumpul dengan sesama klasnya disebuah pub or bar yang di isi orang-orang sekelas dan selevel mereka,” cerita Daniel kepadaku.
Aku jadi tahu gimana kehidupan gay dari bincang-bincang soreku sama Daniel. Daniel pingin aku bisa menerima orang-orang seperti ia, yang memang tidak minta mereka dilahirkan sebagai gay. Tapi juga mereka tidak bisa terus ‘bertopeng’. Karena semakin mereka tidak bisa menerima keadaan diri mereka sendiri mereka akan semakin tersiksa. “Nihil kalau gay yang bawaan lahir, bisa pulih total kalau mereka itu sudah berumah tangga dengan cewek,” ungkap Daniel.
Penyebab Gay
Orang jadi gay banyak sebabnya, bisa karena gen x nya yang berlebihan, bisa ikut-ikutan, karena jerat, patah hati, pelecehan seksual, karena keuangan dll. Menurut tiori dr. Wimpie Pangkahila, ada 4 sebab mengapa seseoran menjadi homoseksual (gay/lesbi) yaitu ada kelainan di otak atau genetik. Kedua, faktor psikodinamik, adanya gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kanak-kanak. Terus ketiga, faktor sosiokultural, di mana ada adat-istiadat yang memberlakukan hubungan homoseks dengan alasan tertentu yang tidak benar. Dan yang terakhir nih, faktor lingkungan, keadaan lingkungan yang memungkinkan dan mendorong pasangan sesama jenis menjadi erat. Ada gay karena karena coba-coba jadi ‘jeruk makan jeruk’, dengan imbalan duit segempok. Kalau di Jakarta namanya ‘rumah kucing’. Di rumah mesum ini terjadi transaksi ‘ngesek-gesek’.
Taktik Jerat Gay
Gay itu pintar orangnya, pintar dalam tanda kutip. Dia bisa menjerat orang normal jadi ‘sakit’, biseksual dan akhirnya ketagihan. Ya dengan menyebar perangkap:
1.Cari simpati, bilang sakit dan mau the and (mati). Gay yang menggunakan perangkap ini memikat lelaki dengan cara mengatakan kalau dirinya sudah di vonis Tuhan, bakal tidak hidup lama lagi karena penyakit ini dan itu.
2.Cari simpati dengan cara tempat sandaran, lindungan dan kasih sayang, yang tidak pernah dia dapati sejak kecil. Gay jenis ini mengatakan kalau dirinya sejak kecil tidak pernah mengecap kasih sayang seorang ayah dan abang (kalau dia cuma anak tunggal).
3.Memberi perhatian yang lebih. Gay yang sudah terpikat lelaki normal, dia akan memberi perhatian ekstra, misal dengan memberi uang, jadi tempat curhat yang menyenangkan, dll.
Kecemburuan Gay Hanya Pada Kaum Cowok
Gay kalo marah ngeri, pernah dengar kasus pembunuhan atau penembakan akar-akarnya karena cemburu Top atau Bott nya selingkuh ama gay yang lain. “Kami tidak marah kalau pacar kami itu pacaran sama cewek dan akhirnya menikah. Kami maklum karena kami tahu kami tidak bisa memberi yang cewek bisa berikan. Keturunan...,” terus Daniel pun bercerita, “Kalau aku dan dia sudah ada komitmen, aku atau dia kalau nanti menikah dengan cewek kami harus rela dan ikhlas tapi kalau cowok, kami harus bisa mencicipinya bersama, ha…ha…” canda Daniel dan dia juga mengatakan cowok gay or lesbon bisa ‘habis-habisan’ emosinya kalau cewek atau para istri or suami (ungkapan untuk yang sudah tinggal serumah-red) mereka selingkuh.
Lingkungan Gay di Medan
Dulu menurut cerita Daniel, tahun 1997 di Medan, di kawasan Gatsu (Gatot Subroto) dulunya ada sebuah diskotik yang pengunjungnya para gay dan lesbon. Karena masyarakat kurang senang maka diskotik tersebut pun ditutup. Sekaranng ini tempat lepak seperti ini tidak ada lagi. “Ya, karena kaum gay di Medan masih terselubung, belum berani menampakan diri,” demikian ungkap Daniel. Daniel juga memaparkan beberapa tempat yang dulunya dijadikan tongkrongan gay Medan, “Dulu di Lapangan Merdeka, Pajak Ikan Lama, Depan Resto Kalasan (Medan Plaza), Taman Ria (sekarang Medan Fair). Dan sekarang ini tidak ada patokan khusus tempat-tempat perkumpulan para gay Medan. Dari hasil ‘mata-mataku’ ternyata pria-pria berpakaian necis yang style habis ini sering nongkrong di kawasan Tembakau Deli dan Sudirman.
Menjadi gay bukan lah pilihan atau impian para lelaki, gay juga bukan gaya hidup yang perlu di contoh atau diikut. Si sakit (gay), pada dasarnya ingin menjadi lelaki sejati, menjadi arjuna pada sang dewi namun gen X-nya yang berlebihan membuat ia menjadi Top (lelaki gay) atau Bott (wanita gay) di atas peraduan cinta. Gay cuma persoalan biologis saja, sex yang syor dilakukan dengan sejenis. Sedangkan dalam kehidupan mereka tetap manusia biasa yang berkarya dan berprestasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)