Kala Matahari menarik selimut mencari kehangatan, Rembulan senandungkan nyanyian hati untuk sang Mataharinya....
22 September 2008
Sekali Lagi...
Sekali lagi dada ini sesak, plong ketika ada gurauan basi diantara kita
Sekali lagi aku tersakiti oleh asa ini
Sekali lagi aku terlalu dalam mencintai yang tak semestinya kucintai
Sekali lagi aku ditinggal pergi, saat hati ini menginginkan...
Apa aku akan hidup untuk sekali lagi?
Apa kepesongan cinta telah membutakan kewarasan kewajaranku dalam berpikir?
Sekali lagi aku terseok-seok oleh rasa sakit ini karenamu
Dan cukup sekali ini saja aku merasakannya lagi,
Karena aku tidak mau selemah ini
Karena aku tidak mau sesakit ini lagi, cukup sekali ini saja,
Aku akan pergi, jangan kau cari lagi dan curi hatiku lagi
Karena aku tidak mau jatuh cinta lagi dan berharap
Harapan yang akhirnya membunuh mimpiku untuk mempercayainya, ntuk sekali ini...
Munajatku Untuk-MU
Sahabat...
Air mata ini hanyalah sebentuk lara,
...akankah mampu menembus pintu maaf-Mu, yaa Rabb ?
Sedangkan jantung hati ini ciptaan-Mu tak mampu kusentuh....
...karena tiada ketulusan
...karena tak lelah di kobangan lumpur penuh noktah dan salah
...ataukah karena keangkuhan hatiku ini ...????
Ya Rabb...,dalam letihku yang sangat...
...akan terus kulangkahkan kakiku
...hingga aku yakin telah ada dalam naungan kasih-Mu
...dan kugapai ridlo-Mu
...serta tergolong hamba - hamba yang Kau kasihi
Namun...,karena aku manusia biasa...
Tolong beri aku dan sahabatku kekuatan dan keimanan...
...sehingga kami senantiasa dalam garis orbit ridlo-Mu. Amin
21 Kalimat Tersirat Makna
Tapi sebelumnya izinkan aku mau bilang sesuatu, selalunya anda akan menangis untuk orang yang menyakiti anda dan orang yang pergi meninggalkan anda. Anda tidak akan menangis untuk orang yang ada di sisi anda dan selalu bersama anda. Jadi jika anda ingin menangis, menangis lah. Setelah itu jangan biarkan mata anda mengeluarkan air mata lagi untuk dia, karena dia tidak akan peduli dan tidak akan kembali lagi untuk anda. Atau ketika ia kembali, ia akan pergi lagi…
Nah, ini ada kiriman email dari adik angkatku Syila di Malaysia, aku kira kata-kata nasehat ini ada benarnya kalau kita benar-benar mencernanya dengan baik maksud yang tersirat di dalamnya. Ini bait-bait nasehat yang baik untuk dibaca!
1. Bersedekahlah kepada orang lain lebih daripada yang mereka perlukan dan lakukanlah dengan penuh keikhlasan.
2. Nikahi lelaki /wanita yang buat anda adem dan nyaman saat anda berbicara dengannya, kerana kemahiran berbicara antara satu dengan lain akan menjadi lebih penting pabila usia semakin tua.
3. Usahlah mempercayai segala perkara yang anda dengar. Berbelanjalah sekadar apa yang ada atau tidurlah seberapa lama yang anda perlu.
4. Apabila anda berkata, "Aku Cinta Padamu", maka tunaikanlah.
5. Pabila mengatakan, "Maaf", tataplah matanya.
6. Bertunanglah sekurang-kurangnya enam bulan sebelum anda diijabkabulkan.
7. Percayailah, cinta pandang pertama.
8. Usah tertawakan impian orang lain. Manusia tanpa impian tidak memiliki apa-apa.
9. Cintailah seseorang dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang. Sungguhpun anda akan merasa seolah-olah diri anda tersiksa, tapi percayalah itulah satu-satunya untuk melengkapkan kehidupan ini.
10. Jika berlaku perselisihan pendapat, bertengkarlah secara aman. Usahlah menyebut nama siapa pun ketika bertengkar.
11. Usahlah menilai seseorang berdasarkan peribadi keluarga mereka.
12. Berbicaralah dengan tenang dan berfikirlah dengan pantas.
13. Apabila seseorang bertanya tentang satu perkara yang tidak anda sukai, lontarkanlah senyuman dan bertanyalah padanya,"Kenapa anda ingin tahu?"
14. Ingatlah bahawa setiap cinta dan pencapaian yang besar akan melibatkan pengorbanan dan risiko yang besar.
15. Ucaplah "Semoga anda diberkati" apabila mendengar seseorang bersin.
16. Apabila anda kerugian, janganlah jadi kurang ajar.
17. Berpeganglah kepada tiga R: Rasa hormat pada diri sendiri, Rasa hormat kepada orang lain, dan Rasa tanggungjawab terhadap semua tindakan anda
18. Usahlah benarkan pertikaian yang sebesar, hanya merosakkan sebuah persahabatan yang besar.
19. Apabila menyedari bahwa anda telah melakukan kesalahan, usahlah berlengah untuk perbetulkan kesalahan itu.
20. Tersenyumlah ketika menjawab telefon. Pemanggil akan melihatnya daripada suara yang mereka dengar.
21.
08 September 2008
Filosofi Panjat Pinang
"Sebenarnya kalau mau melihat bangsa Indonesia bisa dilihat pada panjat pinang tersebut. Lihat aksi pijak memijaknya itu. Itulah bangsa kita, kalau mau sampai ke atas ya pijak yang dibawah," kata abangda Jodan. Aku pun menjawab dengan polos, "Ya kalau nga kaya gitu gimana mau nyampek ke atas bang."
Setelah menjawab, aku terdiam sejenak dan narik nafas. "Iya juga ya," kataku dalam hati. Ah nga semuanya filosofi itu benar kok. Ada yang positif dan ada yang negatif. Lihatlah bagaimana orang panjat pinang. Tidak gampang untuk sampai ke atas. Kan batang pinang itu dilumurin gemok, licin lagi. Makanya harus dibuat kesepakatan, biar bisa sampai di atas dan bawa pulang hadiah, maka harus ada yang rela dipijak. Kesepakatanya pun berupa bagi hasil. Ya kalau tidak mana bisa panjat pinang sendiri. Kecuali naik tangga dan buat panjat pinang untuk sendiri, huahahahah...(gila kalee).
Untuk bisa nyampek ke 'atas' dengan hadiah-hadiah menarik yang ingin diambil diperlukan kerja sama. Bahu-membahu dalam hal pijak memijak. Tidak mudah, jatuh dan jatuh lagi. Berdialog dalam diskusi singkat, mencoba lagi dan hasilnya teriakan garing pun memekak ...berhasil! Apa yang bisa dipelajari di situ? semangat kerja samanya itu. Sebenarnya, bukan saja soal panjat pinang. Untuk bisa sukses. Anda memerlukan orang lain. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Lihat bagaimana pimpinan itu bisa memajukan sebuah perusahaan itu juga karena anak buahnya. Begitu juga pengusaha, tanpa pengusaha kecil dia juga tidak akan jadi besar. Dan masih banyak contoh lainnya lagi, cerna dan cari sendiri...
Pada panjat pinang kita bisa belajar bagaimana kerja tim work yang sukses. Coba perhatikan cara kerja dan semangat mereka. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa dikutip di sana. Untuk biasa sampai kepuncak, maka dalam tim diperlukan kekompakan dalam satu tujuan dan keinginan. Satu visi dan misi, rela berkorban dan saling percaya. Tanpa itu , mustahil.
Negatifnya: (sebentar saya tertawa dulu, huahahahha), lihat bagaimana aksi pijak memijak saat panjat pinang. Herannya, nga ada yang marah diperlakukan demikian. Karena apa? ada iming-iming dibalik itu semua. Ini emang sering dilakukan dalam aksi 'politik licik' yang emang menyakitkan. Aksi angkat telor, sikut meyikut, dan pijak memijak bagai sebuah kegiatan yang dah biasa dilakukan. Mau jadi pejabat, jatuhkan lawan politik dengan berbagai jebakan. Hasut menghasut, sikut meyikut. Dah...ah, cerna aja sendiri ya...
Tapi sebelum itu, sekedar mengingatkan, kalau manusia memilik moral dan hati nurani yang sama ukurannya. Juga kualitasnya. Memiliki cara stir yang sama. Menyetir moral dan hati nuraninya ke arah yang baik atau buruk... semua terpulang manusianya itu sendiri...asah moral dan hati nurani semakin kinclong atau biarkan dia semakin berkarat...ya salah manusia itu sendiri lah,...makanya isi hidup ini dengan iman dan ketaqwaan pada keyakinan masing-masing...
25 July 2008
Penodongan Wartawan di Aceh
(Ini kejadian yang menimpa abangda-bangdaku di Aceh, semoga kesewenang-wenangan tidak terjadi ladi pada wartawan maupun masyarakat umum, biarkan Aceh damai dengan tentram...)
------------ --------- --------- --------- --------- ---------
Kejadian penodongan tersebut menimpa 4 wartawan Aceh dan 1 orang supir yang baru tiba dari Meulaboh, Aceh Barat untuk melakukan peliputan proses rekonstruksi pasca Tsunami. Mereka di todong oleh seorang tentara berseragam lengkap dan menggunakan senjata laras panjang jenis M-16. Dan setelah dilakukan penelusuran, kedua tentara tersebut merupakan anggota TNI dari kesatuan Yonif Zipur 16 Dhika Anoraga Aceh
Nama-nama wartawan dan supir yang menjadi korban penodongan adalah sebagai berikut;
1. Ampelsa, Fotografer Kantor Berita Antara
2. Jaka Rasyid, Wartawan Harian Waspada terbitan Medan
3. Bayhaqi, Wartawan Harian Aceh
4. Hotli Simanjuntak, Kontributor Trans7 wilayah Aceh
5. Amran. (Supir)
Berikut kronologis kejadian penodongan senjata terhadap 4 jurnalis Aceh dan supir.
Sekitar pukul 21:00 WIB, ke-4 wartawan dan 1 orang supir yang baru selesai melakukan peliputan serah terima bantuan di Desa Tungkop, Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat berangkap pulang ke Banda Aceh melalui lintas Meulaboh-Geumpang dengan menggunakan mobil Inova berwarna hitam, BK 1648 TV. Selama dalam perjalanan, tidak ada ganguan dan sempat singgah di beberapa daerah untuk istirahat dan minum kopi.
Sekitar pukul 4:30, rombongan tiba di desa Indrapuri, Aceh Besar. Saat sedang melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba 2 oknum TNI berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang menghentikan kendaraan. Bahkan salah seorang tentara yang bersenjata sempat mengetuk mobil dengan menggunakan senjata. Sesaat kemudian supir segera menghentikan kendaraan di tepi jalan.
Dengan senjata teracung, oknum TNI yang teridentifikasi dengan nama Ermanto menyuruh penumpang yang duduk di bangku depan, yaitu Baihaqi untuk membuka jendela.
Saat jendela di buka, Oknum TNI terebut langsung mengarahkan moncong senjata ke leher Supir sambil memerintahkan untuk mematikan mesin Mobil. Sementara teman Ermanto tetap duduk di atas sepeda motor king yang mereka kendarai.
Kemudian dengan nada membentak, Oknum TNI bernama Ermato membentak dengan kata “Kalian KPA ya” sambil mengacungkan senjata ke arah Bahaqi dan menyuruh penumpang turun dari kendaraan.
Namun karena pintu tertahan, para penumpang tidak bisa turun dari pintu sebelah kiri mobil.
Untuk mengetahui maksud dan tujuan kedua oknum TNI tersebut, Hotli Simanjuntak turun dari mobil melalui pintu kanan dan menjumpai kedua oknum tersebut. Tapi secara mendadak, Oknum TNI bernama Ermanto langsung mengarahkan senjata ke arah kening sambil berteriak:
“Saya benci orang Aceh. Dua teman saya mati di tembak GAM, saya benci Orang Aceh”
Melihat senjata diarahkan ke kening, serta merta Hotli Simanjuntak mengangkat tangan dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Beberapa saat kemudian, Ampelsa juga turun untuk menemui kedua tentara tersebut. Namun secara tiba-tiba Ermanto langsung mengarahkan moncong senjatanya ke arah Ampelsa sambil berteriak
“Ini ada pelurunya, Saya tembak kamu nanti”
Saat sedang marah-marah, Ermanto melihat kartu pers yang tergantung di leher Hotli Simanjuntak. Saat melihat kartu pers tersebut, Ermanto berkata:
“Kalian wartawan yah? Dari mana kalian?
Hotli menjawab bahwa mereka baru pulang dari meulaboh untuk meliput proses serah terima bantuan di Meulaboh.
Setelah mengetahui bahwa rombongan adalah wartawan, teman Ermanto meminta Hotli dan Ampelsa untuk segera masuk mobil dan segera pergi.
Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, Oknum TNI bernama Ermanto kembali mengarahkan senjatanya ke Baihaqi yang duduk di bangku depan, hingga mengenai telinga Baihaqi sambil berteriak.
“Silahkan laporkan kepada POM atau siapa saja”
Untuk menghindari aksi yang lebih serius, akhirnya rombongan wartawan segera meninggalkan lokasi kejadian dan langsung pulang menuju Banda Aceh.
Demikianlah kronologis ini diperbuat dengan sebenar-benarnya, dengan harapan kejadian serupa tidak menimpa orang lain, khususnya masyarakat yang saat ini sudah merasa nyaman dengan kondisi perdamaian yang sudah di capai melalui MoU Helsinki