12 July 2009

Ooo...Kejam!

Entah, aku nggak habis pikir, aneh-aneh saja kehidupan ini. Ego saling berkejaran untuk bisa saling menyakiti. Beranjak dari sebuah kisah seorang teman, ini sangat memilukan hatiku. Bayangkan saja, sebagai wanita yang masih terbilang muda, walo sudah jadi omak-omak karena temanku ini sudah dua anak. Tapi masih kocik-kocik anaknya, paling tua itu berusia 6 tahun dan yang kecil ini berusia 3 atau 4 tahun gitu. Anaknya pintar-pintar banget. si kecil panggil aku dengan sebutan bunda, duh senangnya jadi pengen kawin e maksudnya nikah. Eee...sampai lupa mau cerita apa, kwek...kwek.

Temanku ini sebut saja namanya Pretty. Ia teman sekuliahku dulu. Pretty divonis dokter menderita kanker payu dara. sehingga ia harus kehilangan sebelah nenennya. Mulanya ia agak ragu untuk melakukan operasi pengangkatan itu, sebab kata dokter kalau tidak dibuang maka akan menjalar ke tempat yang lain lagi. Atas seizin suaminya ia pun melakukan pengangkatan tersebut. Siapa pun pasti senang dapat suport seperti itu, berarti suami tidak mempermasalahkan hal itu. Apalagi bagi wanita hal ini sangat sensitif, tanpa payudara dan satu lagi tanpa rahim. Ini adalah dua benda yang sangat berharga yang dimiliki wanita. Satunya bisa menyusui anak dan bapaknya, hehehhe, dan satunya lagi untuk melanjutkan garis keturunan alias melahirkan anak.

Lambat laun seiring perputaran waktu, dulunya Pretty masih merasakan kemesraan yang diberikan suaminya malah kini sang suami mulai cuek dan malah sudah mulai jarang pulang. Anak-anaknya yang kini makin dekat dengan dirinya. Kali sang anak mengetahui betapa menderitanya ibu mereka. Sudah kehilangan sebelah nenennya malah kini dicuekin suami, yang dulu menikah karena cinta. Pertengkaran-pertengkaran kecil hingga besar pun mulai menyolok. Hingga akhirnya Pretty pun terduduk diam dan bersabar sambil mengurut dada menahan sesak. Nasib baik Pretty bukan wanita yang ikut suami alias ibu rumah tangga. Pretty wanita karir sehingga kesibukan kerja membuat dirinya melupakan masalahnya itu. Ia juga seorang wanita periang yang sudah mulai garing bercanda, malah sekarang suka menyepi dan duduk terdiam dalam seribu keminderan karena kekurangannya itu.

Sungguh ego kah kaum Adam ini? Mulanya dia mesuport eee malah kini ia bikin sang wanita semakin menderita. Coba saja masalah ini dialami pria, seandainya sang suami divonis dokter mandul. Mana ada dia suruh si istri untuk kawin lagi, paling kata sepakat untuk adopsi anak. Coba itu dialami wanita, pertama semangat berapi-api memberi motivasi. Ujung-ujungnya nggak tahan cabut malah ningalin wanitanya, berselingkuh atau me-madukan-nya. Busyet nggak?! Ya sutra lah moga ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa cinta itu jangan diukur dari kesempurnaan bentuk tubuh alias fisik, cinta itu harus tumbuh dari rasa memiliki yang tulus. Menerima segala kekurangan pasangan kita, baik lahir maupun bathin.



04 July 2009

Beri Cahaya Mu

oleh Saniah LS

Kubentangkan sajadah dan kusenandungkan asmah Allah
Satu-satu butiran air bening itu jatuh dan mulai membasahi pipiku
Kubiarkan ia terus jatuh, ada kelegaan yang mendalam tak bisa terkatakan
Aku renyah dalam putaran waktu

Ya Allah, dalam kehinaan dan kekotoranku
Aku bersimpuh dari segala kebesaran dan kasih sayang Mu
Ampuni aku Ya Allah! Ampunin aku...
Jangan biarkan cahayamu redup dalam kegelapan kehidupanku
Biarkan cahaya Mu itu menerangkan jiwaku yang gelap
Hingga aku tau ke mana arah pulang.








20 June 2009

Dear Diary

oleh Saniah LS

Deary,...

Raga ini menerawang mencari ia yang terkasih
Dalam segepok kesedihan mencoba menggali mimpi
Berharap dalam kepingan doa malam
Semoga bahagia itu akan kembali

Deary,...
Keping-keping lukaku bagai daun-daun yang jatuh dari sebuah musim
Tak ada yang bisa kugali untuk diberikan
Apalagi menumbuhkan kembali, semua tlah mati...

Deary,...
Jika mimpi itu bisa menjadi nyata
dalam puing-puing harapan yang tersisa
Jujur ku ingin ia kembali
Merajut dan memintal benang-benang kasih yang terputus

Deary,...
Tak kubiarkan air mata ini jatuh lagi
Tak kubiarkan hati ini terluka dan teriris
Tak akan dan tak akan
Karena masih ada harap dalam jiwa ini untuk membawa ia kembali
Pada sebuah dekade yang lain, di negeri ke tujuh asa ini.




14 June 2009

Melepaskan Mu

Oleh Saniah LS

Melepaskan mu, bagai ku melepas nyawa
Walau sakit, ku coba ntuk belajar ikhlas
Kali emang sudah takdir...
Melepaskan mu berarti berpisah
Berpisah, saat ku yakin kamu yang mampu memberiku mimpi-mimpi indah itu
Melepaskan mu, melahirkan kebencian baru dalam diriku
Benci pada semua kenangan indah bersama mu yang kini telah semu
Melepaskan mu, mengajarkan aku...
Ntuk tidak memberi lagi sebagian hatiku
Untuk kamu dan orang-orang sepertimu

Busyet, melepaskanmu ternyata sangat menyakitkan!!
Dan aku belajar untuk ikhlas.


10 June 2009

Tolong aku...

oleh Saniah LS

Tuhan...
Jiwa ini kian rapuh
Aku memang hambamu yang lemah
Tak berguna dan aku lupa cuma diriMu teman sejati
Hidup dan matiku

Tuhan...
Aku cinta dia
Tapi ku tak mampu meyakinkan dia akan asa ini
Bantu aku, Tuhan
Bantu aku mencairkan hatinya yang keras itu
Karena hanya Engkau yang mampu untuk itu
Walau cinta ini salah

Tuhan...
Dia warna dalam hidupku
Memberi gairah baru dalam dunia cintaku
Tapi dia punya masa lalu
Masa lalunya itu telah bikin dia menjadi keras dan tak berhati perut
Ia tak peduli betapa sakitnya aku kini, tak peduli..

Tuhan...
Hanya Engkau yang mampu menyatukan hati ini
Biarkan aku bahagia di sisa akhir hidupku
Bersama orang yang aku sayangi...
Amin!