Tak bisa aku membencimu
Walau amarah itu teramat sangat
Sungguh...itu benar adanya
Ntah lah...aku kebingungan mencari cara
Mungkin sebaiknya aku tak mengingat semua
Membiarkan ia seperti udara
Tak berasa dan apalagi berberbau
Ya barang kali harus seperti itu
Karena memang bukan sifatku untuk membenci
Kala Matahari menarik selimut mencari kehangatan, Rembulan senandungkan nyanyian hati untuk sang Mataharinya....
04 December 2010
07 November 2010
Kutemukan Kembali
Saat aku letih dan luka itu masih membekas
Kau datang memberi bahumu ntuk aku sandarkan
Aku merebah sejenak dan bersandar dibahumu...
Kau bisikan ditelingaku, energi cinta
Hingga aku yang gerah ini, menemukan kembali duniaku yang hilang
Kau hadir dalam rasa ketakutanku, takut akan kembali terluka
Namun akhirnya kau menyadarkan aku bahwa kau ingin membalut lukaku
Dengan cinta yang kau miliki dan tak bisa kau pungkiri..hingga aku tergugu
Sayang...
Mungkin ini bagiku masih terlalu pagi,
Aku harus memulainya lagi, membuka sedikit demi sedikit celah hatiku yang tertutup itu
Memberi mu ruang untuk kutempatkan dibagian hatiku yang lain
Karena luka itu belum pulih betul dan masih membekas
Kemudian aku balas berbisik...minta, biarkan semua mengalir seperti air
Hingga aku merasakan yang hilang itu akan kembali hadir
Dan aku pun tak bisa pungkiri...aku bahagia saat bersamamu...
Kebahagian yang telah hilang direngut oleh nya...
Kau datang memberi bahumu ntuk aku sandarkan
Aku merebah sejenak dan bersandar dibahumu...
Kau bisikan ditelingaku, energi cinta
Hingga aku yang gerah ini, menemukan kembali duniaku yang hilang
Kau hadir dalam rasa ketakutanku, takut akan kembali terluka
Namun akhirnya kau menyadarkan aku bahwa kau ingin membalut lukaku
Dengan cinta yang kau miliki dan tak bisa kau pungkiri..hingga aku tergugu
Sayang...
Mungkin ini bagiku masih terlalu pagi,
Aku harus memulainya lagi, membuka sedikit demi sedikit celah hatiku yang tertutup itu
Memberi mu ruang untuk kutempatkan dibagian hatiku yang lain
Karena luka itu belum pulih betul dan masih membekas
Kemudian aku balas berbisik...minta, biarkan semua mengalir seperti air
Hingga aku merasakan yang hilang itu akan kembali hadir
Dan aku pun tak bisa pungkiri...aku bahagia saat bersamamu...
Kebahagian yang telah hilang direngut oleh nya...
09 October 2010
Sayang itu Slalu untuk Mu...tapi Aku tak Inginkan Mu
Hampir dua dekade waktu ku lalui tanpa kamu
Aku rindu...
Aku coba membenci
Membuang semua bayangmu, setelah apa yang kulalui bersamamu
Setelah apa yang kau lakukan kepadaku
Tapi akhirnya aku sadar...
Aku tak bisa mengubah hatiku untuk singgah ke lain hati
Ia akan kukunci...
Ia tak akan kubiarkan ntuk dilukai
Ia akan kujaga
Hingga nanti, aku yakin Tuhan akan mempertemu diri ini
Pada sosok diri yang lain...sosok yang mencintaiku tulus dan apa adanya
Yang kumiliki kini keyakinan
Dalam sebuah doa yang kupanjatkan
Agar Tuhan menjagamu untukku...
Memberiku waktu ntuk bisa merangkulmu dalam dimensi waktu yang lain
Mencumbu hatimu untuk bisa mengetarkan kembali hatiku yang kau lukai
Tapi bukan ntuk bersama kamu, meski aku menyayangi
Andai waktu bisa berulang kembali
Yang kuminta kepada-Nya
Hadirkan kamu untukku meski bukan ntuk kumiliki
Karena kini yang kubutuhkan bukan yang ku mau
Bukan bersama mu yang dulu
Karena meski aku menyayangi
Tapi aku tak ingin bersamamu lagi...
Aku rindu...
Aku coba membenci
Membuang semua bayangmu, setelah apa yang kulalui bersamamu
Setelah apa yang kau lakukan kepadaku
Tapi akhirnya aku sadar...
Aku tak bisa mengubah hatiku untuk singgah ke lain hati
Ia akan kukunci...
Ia tak akan kubiarkan ntuk dilukai
Ia akan kujaga
Hingga nanti, aku yakin Tuhan akan mempertemu diri ini
Pada sosok diri yang lain...sosok yang mencintaiku tulus dan apa adanya
Yang kumiliki kini keyakinan
Dalam sebuah doa yang kupanjatkan
Agar Tuhan menjagamu untukku...
Memberiku waktu ntuk bisa merangkulmu dalam dimensi waktu yang lain
Mencumbu hatimu untuk bisa mengetarkan kembali hatiku yang kau lukai
Tapi bukan ntuk bersama kamu, meski aku menyayangi
Andai waktu bisa berulang kembali
Yang kuminta kepada-Nya
Hadirkan kamu untukku meski bukan ntuk kumiliki
Karena kini yang kubutuhkan bukan yang ku mau
Bukan bersama mu yang dulu
Karena meski aku menyayangi
Tapi aku tak ingin bersamamu lagi...
04 September 2010
Menikahlah dengan Hatiku
Ku satukan rangkaian awan putih di langit
Ku bentuk, ntuk kujadikan sebuah hati
Hati yang akan kuberikan untukmu.
Ntuk kamu nikahkan dengan hatimu
Sayang...
Aku tau ini hanya mimpi, mimpi bisa menikah denganmu
Karena ntuk memiliki jiwamu emang tak mungkin
Karena tak ada ruas di hatimu kini ntuk ku tempatkan hatiku yang putih itu
Sebab kamu menentangnya, karena kamu tak menginginkannya.
Sayang...
Menikahlah dengan hatiku
Karena tiap waktu hatiku ini ingin menyatu dengan hatimu
Walau jiwamu tak mungkin ku sentuh
Tapi hatimu telah mengetarkan hatiku dengan sentuhan ketulusanmu
Sayang...
Menikahlah dengan hatiku
Aku rela biarpun aku harus menunggu dalam dimensi waktu
Menjadi perhiasan hatimu
Dan sampai nanti kamu menikahi hatiku
Ku bentuk, ntuk kujadikan sebuah hati
Hati yang akan kuberikan untukmu.
Ntuk kamu nikahkan dengan hatimu
Sayang...
Aku tau ini hanya mimpi, mimpi bisa menikah denganmu
Karena ntuk memiliki jiwamu emang tak mungkin
Karena tak ada ruas di hatimu kini ntuk ku tempatkan hatiku yang putih itu
Sebab kamu menentangnya, karena kamu tak menginginkannya.
Sayang...
Menikahlah dengan hatiku
Karena tiap waktu hatiku ini ingin menyatu dengan hatimu
Walau jiwamu tak mungkin ku sentuh
Tapi hatimu telah mengetarkan hatiku dengan sentuhan ketulusanmu
Sayang...
Menikahlah dengan hatiku
Aku rela biarpun aku harus menunggu dalam dimensi waktu
Menjadi perhiasan hatimu
Dan sampai nanti kamu menikahi hatiku
28 August 2010
Aku Tertipu lagi
Langit yang ku lihat tak biru lagi warnanya
Ia sedikit kelabu dengan garisan-garisan jingga
Diriku pun tak tegak lagi berdiri,
Karena aku benar-benar letih Tuhan
Aku tak mampu lagi memapah diri ini
Tangis ini pun tak sanggup ku hentikan
Teriakan ini pun tak lagi bersuara lantang
Karena rasa sakit ini...cuma Engkau yang tahu
Aku benar-benar tertipu lagi.
Terserah...kali ini aku pasrah pada takdirmu
Jika ini memang takdir.
Hingga aku tak terus tersakiti dengan asa ini
dan tak tertipu lagi...
Mungkin ini lebih baik,
Menyendiri di sudut kota ini
dan ku tutup pintu hati, ntuk semua cinta, walau batin ini menangis...
Ia sedikit kelabu dengan garisan-garisan jingga
Diriku pun tak tegak lagi berdiri,
Karena aku benar-benar letih Tuhan
Aku tak mampu lagi memapah diri ini
Tangis ini pun tak sanggup ku hentikan
Teriakan ini pun tak lagi bersuara lantang
Karena rasa sakit ini...cuma Engkau yang tahu
Aku benar-benar tertipu lagi.
Terserah...kali ini aku pasrah pada takdirmu
Jika ini memang takdir.
Hingga aku tak terus tersakiti dengan asa ini
dan tak tertipu lagi...
Mungkin ini lebih baik,
Menyendiri di sudut kota ini
dan ku tutup pintu hati, ntuk semua cinta, walau batin ini menangis...
Subscribe to:
Posts (Atom)